Lestarikan Keris sebagai Kekayaan Budaya Indonesia

JAKARTA, Juni 2010. Keris merupakan sebuah karya budaya masyarakat Indonesia yang sudah diakui dunia. Bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki peninggalan budaya adiluhung dan wajib melestarikan keris sebagai kekayaan budaya.

“Kalau kita mau mengejar bangsa lain yang sudah bisa membuat pesawat atau komputer, ya kelamaan. Lebih baik kita membikin keris, melestarikan, dan terus mempromosikan ke luar negeri. Bukankah bangsa lain terkagum-kagum oleh peninggalan budaya ini? kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jera Wacik saat mem-buka pameran keris dan meluncurkan buku Keris far The Worid di Galeri Nasional Jakarta, Jumat (4/6).

Pameran dan pe-luncuruan buku tentang keris itu dimaksudkan untuk memberikan apresiasi dan upaya melestarikan keris sebagai warisan budaya tak ternilai. Ketua panitia Toni Junus mengatakan, buku Keris for The World seharga Rp 600 ribu berisi himpunan dan dokumen berbagai koleksi keris Nusantara. Mulai dari keris era kerajaan-kerajaan di Nusantara hingga keris kamardikaan atau keris muda yang dibuat setelah era kemerdekaan tahun 1945 di-muat di dalamnya.

Badan dunia UNESCO yang berkantor di Paris, Prancis, memberikan penghargaan pada 25 November 2005 sebagai karya budaya lisan dan bukan benda warisan manusia [masterpiece of the oral and intangible cultural heritage of humanity). Selain keris, UNESCO juga sudah memberi ” pengakuan terhadap kesenian wayang dan batik.

Pameran itu diselenggarakan Serikat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Galeri Nasional Indonesia, berbagai komunitas keris dan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Budpar. Selain pameran dan pe-luncuran buku, panitia Keris for The World juga menyelenggarakan seminar nasional dan bursa keris yang akan berlangsung hingga 8 Juni 2010.

Sementara itu, Direktur UNESCO untuk Indonesia, Hubert J Gizjen, mengatakan, pengakuan keris sebagai karya agung budaya lisan dan bukan benda warisan manusia tidak dimaksudkan untuk mengidentifikasi suatu karya budaya lebih berharga dibanding karya budaya lainnya. “Namun, menegaskan bahwa warisan budaya tak benda milik seluruh komunitas layak mendapatkan rasa hormat dan penghargaan,” tuturnya.

“Penting keterlibatan aktif masyarakat dalam melindungi dan mengelola warisan budaya mereka karena hanya mereka yang dapat menjamin keberadaannya di masa kini dan masa depan,” ujarnya lagi. Pendapat senada disampaikan Toni Junus. Ketua panitia yang aktif di SNKI itu menyebutkan, keris merupakan -warisan budaya yang membawa pesan-pesan luhur dari para empu, yang dapat diinterpretasikan dari segala aspek. “Di masa yang akan datang merupakan sebuah tanggung jawab untuk terus merawat dan mengkaji keris sepuh sambil tetap menciptakan keris mu-da,” katanya.

Pameran yang berlangsung selama delapan hari ini akan menyuguhkan berbagai kegiatan menarik setiap harinya. Sejumlah acara seperti penghargaan (awarding), bursa keris, talkshow, seminar, workshop, hingga pertunjukan seni budaya, akan meramaikan pameran yang diikuti oleh berbagai kolektor keris dari berbagai wilayah di Indonesia ini Sebanyak 112. kolektor keris se-Indonesia akan memamerkan 800 jenis keris yang ada di Nusantara dalam pameran yang juga diikuti partisipan dari negara tetangga, Malaysia dan Singapura, ini. (Sadono Priyo)

Source: bataviase.co.id

Sumber:

http://www.nagajaya39.com/lestarikan-keris-sebagai-kekayaan-budaya-indonesia/

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s